Rabu, 01 Desember 2010

Resume Kuliah ke 3 Pengantar Teknologi Informasi



KOMPUTER
Definisi Komputer
KOMPUTER diambil dari bahasa latin “Computare” yang berarti menghitung (to compute). Beberapa pengertian komputer menurut para ahli diantaranya :
Donald H. Sanders:
Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output dibawah pengawasan suatu langkah-langkah instruksi-instruksi program yang tersimpan di memori (stored program)
Larry Long dan Nancy Long:
Komputer adalah sebuah alat elektronik yang dapat menterjemahkan (interpret) dan mengeksekusi perintah-perintah yang terprogram sebagai input, output, perhitungan dan operasi logika, secara teknikal sangat komplek tetapi secara konsep cukup sederhana
Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data maka harus berbentuk  (Computer System ). Sedangkan yang dimaksud  sistem adalah adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berhubungan, membentuk satu kesatuan     untuk     melaksanakan    suatu sedangkan tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi
Elemen-Elemen Sistem Komputer:
    • Perangkat Keras (Hardware) adalah peralatan di sistem komputer yang secara fisik terlihat dan dapat dijamah
    • Perangkat Lunak (Software) adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan pengolahan data
    • Brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer
Adapun blok Diagram Komputer   terdiri dari perangkat masukan, perangkat proses dan perangkat keluaran. Selain itu terdapat media penyimpanan yang terdapat dalam perangkat proses.
Perangkat keras (hardware) dalam komputer terdiri dari :
  Prosesor 
Prosesor merupakan bagian dari perangkat keras komputer yang melakukan pemprosesan aritmatika dan logika serta pengendalian operasi komputer secara keseluruhan.
Prosesor terdiri atas dua bagian utama, yaitu ALU (Arithmatic Logical Unit) sebagai pusat pengolah data dan Control Unit sebagai pengontrol kerja komputer
Prosesor disebut juga sebagai otak komputer
Memori (RAM)
Berdasarkan fungsinya dibagi menjadi dua yaitu:
Primary Memory
  dipergunakan untuk menyimpan data dan instruksi dari program yang sedang dijalankan. Biasa juga disebut sebagai RAM. Karakteristik dari memori primer adalah:
  1. Volatil (informasi ada selama komputer bekerja atau hidup)
  2. Kecepatan tinggi
  3. Akses random (acak)
Secondary Memory
dipergunakan untuk menyimpan data atau program biner secara permanen. Karakteristik adalah:
  1. Non volatil atau persisten (Nonvolatile memory that can be erased electronically and reprogrammed)
  2. Kecepatan relatif rendah dibandingkan memori primer (Slower than Primary Storage)
  3. Akses random atau sekuensial
  4. Huge storage capacity
  5. Cheaper than Primary Storage
  6. Magnetic and optical storage media contoh: floppy, harddisk, CD ROM, magnetic tape, optical disk
Adapun jenis-jenis memori diantaranya :
ROM (Read Only Memory)
  • ROM hanya dapat dibaca
  • ROM merupakan memori permanen yang terdapat pada sistem komputer yang sudah disusun dan dibuat oleh pabrik dan biasanya tidak dapat diubah oleh pengguna komputer.
  • ROM berisi program pokok untuk konfigurasi sistem komputer, seperti BIOS, BASIC dan BootStrap Loader. Sinyal didalam ROM ini yang mengatur segala tugas CPU saat komputer mulai diaktifkan/dihidupkan.
RAM (Random Access Memory)
  • RAM dapat dibaca dan ditulis
  • Semua data yang dimasukkan melalui alat input pada setiap aplikasi akan dimasukkan terlebih dahulu ke dalam RAM.
  • Data-data yang terdapat dalam RAM ini hanya bersifat sementara, apabila komputer dimatikan maka data tersebut akan hilang.
Yang termasuk jenis memori RAM diantaranya :
  1. EDO RAM (Extended Data Output Random Access Memory )
  2. SDRAM (Synchronous Dynamic Random Access Memory )
  3. DDR SDRAM (Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory)
  4. DDR SDRAM 2 dan 3
  Mainboard (Motherboard)
Papan rangkaian utama yang berfungsi sebagai pusat pengendali yang mengatur kerja dari semua komponen yang tersambung padanya dan berfungsi mengatur pemberian daya listrik pada setiap komponen PC .
Aapun komponen-komponen yang terapat dalam motherboard adalah :
  • Chipset
  • AGP  (Accelerated Graphics Port)
  • Soket Memori
  • Soket Prosesor
  • CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor)
  • Port Peranti Eksternal (serial, paralel, audio, USB)
  • Soket Catu Daya (power supply, fan)
  • Konektor Casing
  • Konektor IDE  (Integrated Development Environment) dan Floppy
  Video Card
  Harddisk
Penghitungan besar kapasitas Harddisk :
Misalkan HDD dengan kapasitas 320 Gb
1 Gigabyte itu bukan 1000 Megabyte, tapi :
1G     = 1024 Mb
1Mb  = 1024 Kb  
1Kb  = 1024 bytes
sehingga : 320.000.000.000 bytes = 298 Gb
dengan perhitungan :
320.000.000.000 : 1024 : 1024 : 1024 = 312.500.000 Kb = 305.175 Mb = 298 Gb                      
Selain perangkat yang dijelaskan sebelumnya,  terdapat pula perangkat keras pendukung seperti :
  Optical Drive  
  Floppy Disk1.44 yang berfungsi untuk membaca data pada disket
  Sound Card
Sound card itu peripreal untuk mengolah data digital dari komputer menjadi analog untuk disalurkan ke speaker dan sebaliknya data analog dari mic atau alat lain diubah menjadi digital untuk diolah di komputer
  LAN Card
  1. LAN CARD merupakan penghubung antara sistem komputer dengan kinerja komputer lain
  2. LAN CARD merupakan sinyal untuk saling berbagi antara komputer satu dengan komputer yang lain
  3. Prinsip kerja LAN CARD adalah menerima sinyal dari komputer lain kemudian mentranmisikan ke dalam masukan kemudian diolah menjadi data begitu sebaliknya saling berbagi
  4. LAN CARD dapat digunakan untuk menghubungkan sistem komputer satu dengan komputer lain melalui perantara HUB sehingga dalam area tersebut membentuk suatu jaringan komputer
·         Case dan Power Suppl adalah tempat  menyimpan  komponen perangkat keras , sedangkan power Supply merupakan  sumber daya listrik bagi seluruh komponen dan perangkat keras.
Berikut dijelaskan Cara Kerja CENTRAL PROCESSING UNIT (CPU)
       Pemrosesan instruksi oleh CPU mencakup 2 tahap: Instruction Fetch dan Instruction Execute
       Instruction Fetch: tahap pertama dimana CPU mengambil atau membawa atau menjemput instruksi dari main memory ke CPU
       Instruction Execute: tahap kedua dimana CPU memproses instruksi yang sudah dijemput dari main memory dan sudah berada di IR (Instruction Register)
       Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tahap pertama disebut waktu instruksi (instruction time)
       Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tahap kedua disebut waktu eksekusi (execution time)
       Tahap pertama dan tahap kedua disebut sebagai siklus mesin (machine cycle) dan seluruh waktu yang dibutuhkan oleh kedua tahap disebut waktu siklus (cycle time).
       Ukuran dari waktu siklus dalam satuan Mega Hertz (MHz) atau Giga Hertz (GHz)





Resume Kuliah ke 2 Pengantar Teknologi Informasi


Resume Kuliah PTI 2
PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI*
Prolog
Pada awalnya pengarsipan non digital dilakukan secara manual. Pemanfaatan mesin tik dianggap teknologi yang paling maju pada masanya. Ketika teknologi sudah mulai berkembang, semua hal menjadi serba mudah. Istilah googling menjadi hal yang sangat familiar. Dengan metode ini informasi apa saja bisa diperoleh dengan waktu yang ekstra cepat. Lebih dari 9 miliar informasi dapat kita peroleh dari google.  Perkembangan dunia maya memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan umat manusia. Berbagai dampak baik langsung ataupun tidak langsung, positif maupun negatif dari perkembangan teknologi ini berkembang bersamaan dengan perkembangan dunia.
Pertanyaan besarnya adalah persiapan apa yang telah diberikan pada generasi mendatang dalam mengimbangi perkembangan teknologi ini. Pemahaman terhadap teknologi tentu menjadi hal yang mutlak dimiliki setiap individu agar mampu menjadi bagin dari teknologi bukan objek.
Berikut adalah resume kuliah Pengantar Teknologi Informasi yang saya sarikan dari bahan  kuliah. Adapun sistematikanya disajikan sebagai berikut :

PENDAHULUAN
  1. Pengertian Teknologi Informasi
  2. Perkembangan Teknologi Informasi
  3. Peran dan Manfaat Teknologi Informasi
  4. Pengelompokan Teknologi Informasi
  5. Klasifikasi  Sistem Teknologi Informasi
Pengertian Teknologi Informasi
Teknologi informasi adalah Ilmu yang berkaitan dengan seni atau sains dengan pengaplikasian pengetahuan saintifik ke praktis dan eknologi Informasi merupakan istilah terhadap berbagai macam hal dan kemampuan yang digunakan dalam kegiatan
Definisi-Definisi Teknologi Informasi 
Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi (Haag dan Keen, 1996)

Teknologi informasi tidak hanya sebatas pada teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999)

Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (Williams dan Sawyer, 2003)

Kesimpulan pengertian dan definisi Teknologi Informasi
Teknologi Komputer
Teknologi yang berhubungan dengan komputer dan , termasuk peralatan yang berhubungan dengan komputer
Teknologi Telekomunikasi
Teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh, termasuk dalam kategori ini adalah telepon, radio, dan televisi
Perkembangan Teknologi Informasi
Secara umun terdiri dari :
a.       Abad Pertanian (Tahun < 1800
b.      Abad Industri (1800 – 1957
c.       Abad Informasi (1957 – sekarang)
Dalam abad informasi ini dikenal istilah masyarakat Informasi yaitu suatu masyarakat dimana lebih banyak orang bekerja dalam bidang penanganan informasi daripada bidang pertanian dan industri
Penggolongan sejak jaman purba sampai saat ini:
  1. Manual: sangat sederhana, pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia
  2. Mekanik: sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual
  3. Mekanik Elektronik: peralatan mekanik yang digerakkan secara otomatis oleh motor elektronik
  4. Elektronik: peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh
Peran dan Manfaat Teknologi Informasi
       TI memiliki efek besar dan dampak signifikan
       Struktur, manajemen organisasi, serta proses suatu kegiatan sangat dipengaruhi oleh TI
       TI mempengaruhi banyak aspek pekerjaan/organisasi
Mengapa Diperlukan Teknologi Informasi?
    • Kompleksitas tugas manajemen
    • Tekanan persaingan
Tujuan Teknologi Informasi
  • Memecahkan masalah, membuka kreativitas, efektivitas, dan efisiensi
  • Prinsip Teknologi Informasi
  • High-Tech-High-Touch
  • Fungsi Teknologi Informasi
  • Menangkap (Capture), Mengolah (Processing), Menghasilkan (Generating), Menyimpan (Storage), Mencari Kembali (Retrieval), Melakukan Transmisi (Transmission)
  • Keuntungan Teknologi Informasi
  • Speed, Consistency, Precision, Reliability
Teknologi Informasi perlu sistem informasi. Adapun Sistem Informasi adalah sistem yang menggunakanteknologi komputer untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi
Ada beberapa Unsur Sistem Informasi diantaranya :
    • Data: fakta mentah
    • Informasi: data  yang telah diorganisir sehingga memberi arti
    • Pengetahuan: informasi yang diproses sehingga memberikan pembelajaran, pemahaman untuk dapat diaplikasikan
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) adalah Sistem Informasi yang menggunakan komputer dan teknologi komunikasi untuk melakukan tugas-tugas yang diinginkan.
Beberapa Istilah yang berkaitan :
Infrastruktur  Informasi
    • Perangkat Keras (Hardware)
    • Perangkat Lunak (Software)
    • Jaringan dan Komunikasi
    • Basis Data (Database)
    • Information Management Personnel
Arsitektur Informasi  adalah Perencanaan terhadap kebutuhan informasi
Kemampuan Sistem Informasi
    • Proses cepat dan akurat
    • Kapasitas penyimpanan besar dan akses cepat
    • Komunikasi cepat dan lain-lain

Perolehan informasi bisa melalui:
    • Pustaka (ilmiah, semi-ilmiah, dan populer)
    • Media massa (cetak, radio, dan TV)
    • Lisan (wawancara dan telepon)
    • Tulisan (surat dan fax)
    • Perangkat bantu
    • Manual (pensil/pena + kertas)
    • Mesin mekanis (mesin tik)
    • Alat telekomunikasi
Manfaat Teknologi Informasi dirasakan pada semua aspek kehidupan yang meliputi bidang :
a.       Pendidikan
b.      Ekonomi
c.       Kesehatan
d.      Kepolisian
e.      dan lain-lain bidang
Pengelompokan Teknologi Informasi
1.       Teknologi masukan
Teknologi yang berhubungan dengan peralatan untuk memasukkan data ke dalam sistem komputer (keyboard dan mouse)

2.       Teknologi Keluaran
Teknologi yang berhubungan dengan segala peranti yang berfungsi untuk menyajikan informasi hasil pengolahan sistem (monitor dan printer

Komponen Utama Sistem Teknologi Informasi
1.       Software
2.       Hardware
3.       Brainware (penentu)
Klasifikasi Sistem Teknologi Informasi
1.       Menurut Fungsi sistem
a.       Embeded IT system
Sistem teknologi informasi yang melekat pada produk lain , contoh VCR yang dapat merekam tayangan TV

b.      Dedicated IT System
Sistem teknologi yang dirancang untuk melakukan tugas – tugas khusus, contoh sistem untuk ATM tidak dapat digunakan untuk yang lain
c.       General Purpose IT System
Sistem teknologi informasi yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas  umum, contoh  sistem PC  yang dapat digunakan untuk serbaguna

2.       Menurut Ukuran
Diantaranya super komputer, Mainframe, mini komputer, work station dan mikri komputer yang kualifikasinya ditentukan dari Ukuran:
1.       Informasi yang dapat ditampung
2.       Kemampuan sistem yang ditawarkan
3.       Kecepatan pemroses
4.       Jumlah orang yang menggunakan sistem secara bersamaan

Sabtu, 20 November 2010

KULIAH PTI 2

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI*

Prolog
Pada awalnya pengarsipan non digital dilakukan secara manual. Pemanfaatan mesin tik dianggap teknologi yang paling maju. Ketika teknologi sudah mulai berkembang, semua menjadi mudah. Istilah googling menjadi hal yang sangat familiar. Dengan metode ini informasi apa saja bisa diperoleh dengan waktu yang ekstra cepat. Lebih dari 9 miliar informasi dapat kita peroleh dari google. Perkembangan dunia maya memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan umat manusia. Berbagai dampak baik langsung ataupun tidak langsung, positif maupun negatif dari perkembangan teknologi ini berkembang bersamaan dengan perkembangan dunia.
Pertanyaan besarnya adalah persiapan apa yang telah diberikan pada generasi mendatang dalam mengimbangi perkembangan teknologi ini.
Pengertian Teknologi Informasi
Perlu dibedakan antara teknologi informasi dengan produk teknologi informasi (handphone, komputer, laptop, internet dll) . Teknologi adalah ilmu yg berkaitan dengan pengaplikasian, sedangkan informasi adalah data yang terstruktur hasil olahan. Teknologi informasi dapat didefinisikan sebagai teknologi.
Perkembangan Teknologi Informasi :
1. Abad pertanian
2. Abad mekanik
3. Abad Informasi

*Kuliah Pascasarjana Teknologi Pembelajaran ( Dr. Hudiana Hernawan)

Kamis, 18 November 2010

Lembaga Keuangan Mikro Syariah dan Upaya Pengentasan Kemiskinan

Sampai saat ini, salah satu agenda penting penduduk Indonesia adalah masalah kemiskinan. Dengan sumber daya alam yang luar biasa, penduduk Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar dalam bidang ekonomi. Tetapi faktanya kita masih berada di "pinggiran" peta perekonomian dunia?. Bahkan penduduk Indonesia berada dalam himpitan kemiskinan yang memprihatinkan. Di samping itu, sebagian besar penduduk Indonesia, khususnya kelompok masyarakat bawah, masih terjerat sistem ekonomi ribawi. .
Adalah BMT (Baitul Maal wat Tamwil) salah satu lembaga keuangan yang kini mulai popular dan menempatkan diri menjadi salah satu lembaga keuangan publik. Lewat lembaga BMT, masyarakat miskin dan pedagang kecil akan dilepaskan dari jeratan sistem riba (bunga) dan mengalihkannya kepada sistem ekonomi Islam yang disebut dengan bagi hasil (mudharabah, murabahah, dan musyarakah). Dalam konsep Mudharbah, unsur riba dieliminir, dimana hasil yang diperoleh dari dana yang diinvestasikan para deposan akan dibagikan kepada deposan dan pengelola sesuai nisbah yang ditentukan pada awal akad (Ali, 2004).
Akan tetapi pertanyaanya adalah berapa besar peluang kita untuk dapat merealisasikan sistem islami ini sekaligus melepaskan diri dari sistem kapitalis yang sarat dengan praktek ekonomi ribawi. Akan tetapi, sebagai wujud sebuah keoptimisan tentu saja masih sangat terbuka peluang untuk merealisasikan gagasan ini sehingga tidak hanya berhenti pada tataran wacana saja.
Lahirnya Undang-undang No.10 tahun 1998 tentang perubahan UU No.7 tahun 1992 tentang perbankan telah memberi peluang yang sangat baik bagi tumbuhnya bank-bank syari’ah di Indonesia. Tumbuhnya perbankan yang seirama dengan tumbuhnya kesadaran umat Islam untuk membebaskan diri dari riba berimbas pada makin maraknya sektor moneter di tingkat bawah. Ini terbukti pada berkembangnya BPR Syariah dan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) sampai di desa-desa. Pesatnya pekembangan lembaga keuangan mikro seperti BMT menunjukkan bahwa keberadaan lembaga keuangan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Keistimewaan sistem Islam yang direalisasikan sepenuhnya ditingkat lokal kita dapat melihat banyaknya lembaga keuangan mikro syari’ah (LKMS, seperti Baitul Mal wat Tamwil (BMT) yang perkembangannya dapat dikatakan cukup prospektif.
Perkembangan Lembaga Keuangan Berbasis Syariah
Sebagai umat islam tentu sebuah hal yang wajar dan seharusnya jika dalam diri setiap individu muslim, terdapat keinginan untuk mengamalkan dan menghidupkan kembali ajaran fiqh muamalah tersebut. Fakta menunjukkan bahwa perjuangan beberapa kalangan dalam upaya menghidupkan fiqh muamlah bukanlah sekedar mitos apalagi Utopia, tetapi telah menjadi kenyataan yang mencengangkan dunia (Latifa M. Algaoude, dkk,2005).
Dalam Bukunya, Latifa M. Algaoude, dkk. (2005) menjelaskan bahwa saat ini saja di beberapa negara Eropa, Afrika, Asia bahkan Amerika telah melirik keunggulan sistem ekonomi syariah. Hal ini tentu sangat menggembirakan,berbeda dengan seperempat abad yang lalu ketika sistem syariah belum banyak dilirik. Awal tahun tujuh puluhan merupakan era kebangkitan sistem syariah dimana berbagai transaksi keuangan, sistem asuransi dan perbankan mulai mengadopsi sistem syariah sebagai mindsetnya. Bahkan City Bank telah menerapkan sistem ekonomi syariah pada salah satu bank yang dioperasikannya.
Kegairahan para praktisi keuangan dan perbankan untuk mengetahui sistem muamalah syariah karena prinsipnya yang jauh dari unsur penekanan dan individualitis. Di luar negeri, sistem ekonomi syariah mengalami kemajuan dan dapat bersaing dengan perbankan konvensional, tentu di negara Indonesia yang mayoritas Islam, kemunkinan itu sebenarnya jauh lebih besar.
Namun disisi lain, pandangan skeptis muncul dengan pesimis dari sebagian masyarakat terhadap kemungkinan ekonomi yang berlandaskan syariah. Ada sebagian ahli ekonomi konvensional maupun pelaku perbankan umum, yang mengajukan pertanyaan, “Bagaimana mungkin sebuah lembaga keuangan dapat maju dan berkembang tanpa bunga, dari mana keuntungan diperoleh, bagaimana bisa menggaji pegawai? Dan sederet pertanyaan lainnya.
Ini tentu saja pertanyaan yang tidak mudah dan tidak hanya hanya memerlukan jawaban teoritis melainkan bukti nyata yang terbukti secara empiric.

Prinsip Keuangan Berbasis Syariah
Perbedaan yang penting dari sistem keuangan syariah adalah konsep bunga dalam sistem keuangan konvensional yang dianggap sebagai riba.Ide dasar sistem keuangan syariah dapat dikemukakan secara sederhana sebagai institusi keuangan dengan sistem PLS (Profit and Loss Sharing) (Latifa M. Algaoude, dkk,2005).
Islam tidak membebankan bunga melainkan mengajak partisipasi aktif dalam bidang usaha yang didanai. Para deposan juga sama sama memperoleh keuntungan dengan rasio yang telah ditentukan sebelumnya. Contoh dalam sistem kerjasama Mudharabaah maupun Musyarakah.
Dalam hal ini terdapat kemitraan antara bank islam dengan para deposan di satu pihak dan antara bank dengan para nasabah investasi sebagai pengelola dana para deposan dalam berbagai usaha produktif di pihak lain.
Melihat uraian diatas terlihat bahwa sistem keuangan syariah memiliki dasar aturan yang paripurna. Tidak ada pihak yang berada pada posisi dirugikan, melainkan konsep win win solution. Karena dalam perspektif Islam menurut Latifa M. Algaoude, dkk,(2005). tujuan utama perbankkan dan keuangan syari’ah adalah; pertama penghapusan bunga dari semua transaksi keuangan dan pembaharuan semua aktifitas keuangan agar sesuai dengan prinsip Islam. Kedua pencapaian distribusi pendapatan dan kekayaan yang proporsional pada semua kalangan masyarakat. Ketiga promosi pembangunan ekonomi yang distimulir oleh aktivitas ekonomi produktif dari para praktisi ekonomi.
Selain itu, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kaitannya BMT sebagai salah satu bentuk LKM, Baitul Maal wat-Tamwil (BMT) memiliki dua kelebihan. Pertama, BMT merupakan baitul maal dimana salah satu kegiatannya berupa penggalangan dan pendayagunaan dana Zakat, Infak dan Shadaqah (ZIS). Penggalangan dana ZIS akan semakin besar, ketika baitul maal tersebut mampu mengelolanya secara amanah dan profesional. Dengan kepercayaan yang semakin tinggi, diharapkan akan semakin banyak donatur dan masyarakat yang memanfaatkan jasa BMT tersebut.
Dari sisi pendayagunaan, berbagai program kreatif sangat dimungkinkan untuk dibiayai dari sumber dana ZIS ini, antara lain: pengembangan sumberdaya manusia (SDM), pengembangan ekonomi, perbaikan mutu kesehatan, serta santunan guna memenuhi kebutuhan pokok. Makin besar dana ZIS yang dikelola BMT, maka makin besar pula kontribusinya terhadap pengentasan kemiskinan. Dalam kondisi seperti ini, BMT dapat mendirikan Lemabag Amil Zakat (LAZ) guna mengelola dana ZIS secara lebih profesional. Peningkatan peran ini bukan berarti menghilangkan fungsi baitul maal pada BMT karena ini bisa dijembatani dengan mendesain sistem sinergi antara LAZ dan BMT.
Kedua, BMT merupakan baitut tamwil. Dalam hal ini fungsi BMT persis sama dengan perbankan dengan orientasi meraih profit yang optimal. Konsekuensinya, sistem operasional BMT mesti profesional. Sedangkan karyawan dituntut kemampuan entrepeneurship yang tinggi. Dalam melakukan pembiayaan juga harus memperhatikan faktor-faktor peluang dan resiko bisnis, sehingga peningkatan pendapatan dapat dirasakan kedua belah pihak.
Baitul Maal Wat Tamwil (BMT)
Krisis moneter yang dialami Indonesia pada akhir dasawarsa 1990 diyakini banyak pihak merupakan konsekuensi logis dari lepasnya keterkaitan sektor moneter dengan sektor riil. Perbankan (konvensional) sebagai pelaku ekonomi sektor moneter yang menjadikan uang sebagai komoditas telah berkembang sedemikian cepat sementara sektor riil selalu tertinggal di belakang karena banyak factor. Sementara di sisi lain, ketangguhan Bank syari’ah yang tidak berbasis pada riba teruji saat itu.
Lahirnya Undang-undang No.10 tahun 1998 tentang perubahan UU No.7 tahun 1992 tentang perbankan telah memberi peluang yang sangat baik bagi tumbuhnya bank-bank syari’ah di Indonesia. Tumbuhnya perbankan yang seirama dengan tumbuhnya kesadaran umat Islam untuk membebaskan diri dari riba berimbas pada makin maraknya sektor moneter di tingkat bawah. Ini terbukti pada berkembangnya BPR Syariah dan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) sampai di desa-desa. Pesatnya pekembangan lembaga keuangan mikro seperti BMT menunjukkan bahwa keberadaan lembaga keuangan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Keistimewaan sistem Islam yang direalisasikan sepenuhnya ditingkat lokal kita dapat melihat banyaknya lembaga keuangan mikro syari’ah (LKMS, seperti Baitul Mal wat Tamwil (BMT) yang perkembangannya dapat dikatakan cukup prospektif.
Euforia menjamurnya BMT harus disikapi secara bijak. Di satu sisi, perkembangan tersebut adalah suatu yang menggembirakan, namun di sisi yang lain akuntabilitas keuangan BMT-BMT tersebut patut dipertanyakan. Jika perkembangan dan evaluasi keuangan Bank Syari’ah dan BPR Syari’ah relatif dapat dipertanggungjawabkan karena harus didasarkan pada ketentuan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Pedoman Akuntansi Perbankan Syari’ah Indonesia (PAPSI) dan selalu dipantau oleh Bank Indonesia, namun tidak demikian halnya dengan BMT, meskipun jenis kegiatannya hampir sama
Pembinaan BMT tidak dilakukan oleh BI, oleh karenanya diluar ketentuan PSAK dan PAPSI, disamping karena dianggap sebagai bentuk Koperasi. Namun demikian, BMT masih belum mendapat perhatian lebih dari Departemen Koperasi terutama dari aspek akuntabilitasnya. Besarnya ‘ghirah’ dan dana masyarakat dalam BMT akan berujung kekecewaan manakala akuntabilitas BMT-BMT tersebut terabaikan
Jumlah lembaga keuangan mikro (LKM) saat ini diduga tak kurang berjumlah mencapai 9000 LKM. Jumlah BMT di seluruh Indonesia diperkirakan sebayak 3.307 unit dengan aset sekitar Rp 1, 5 trilyun. Artinya, hampir separuh dari LKM nasional adalah BMT. Secara individual, BMT sangat bervariasi. Tidak sedikit BMT yang mengelola aset di atas Rp 10 M dengan jumlah nasabah di atas 3.000 ribuan orang, meskipun juga banyak BMT yang asetnya kurang dari Rp 50 juta dan nasabahnya kurang dari 500-an orang
Pengelolaan Lembaga Keuangan Mikro Syariah dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan
Prinsip syariah yang berkeadilan dengan mengutamakan nasabah yang benar benar memerlukan perhatian dan prioritas cukup relevan dengan Grameen Bank yang dikelola oleh Muhamad Yunus bisa eksis meskipun membiayai usaha-usaha kecil. Hampir 90 % lebih dana yang dibiayai untuk usaha-usaha kecil bisa kembali meskipun tanpa jaminan. Kenapa Grameen Bank bisa seperti ini karena pembiayaan usaha-usaha kecil menimbulkan barakah karena membantu orang-orang kecil. Jika BMT hanya berorientasi pada usaha-usaha besar maka komitmen BMT sebagai lembaga yang konsen terhadap usaha-usaha kecil patut dipertanyakan.
BMT al-Ikhlas misalnya, BMT yang terdapat di Semarang ini berdiri hanya dengan modal 500.000 rupiah yang merupakan pinjaman, bukan dana milik sendiri. Operasional dimulai di sebuah garasi mobil dengan kondisi seadanya. Strateginya marketingnya adalah penyebaran brosur-brosur yang utamanya ditujukan untuk aktivis-aktivis dakwah yang menyadari haramnya bunga. Strategi ini berhasil dan BMT Al-Ikhlas berhasil mendapatkan 15 juta rupiah pada bulan pertamanya beroperasi. Usahanya pun berkembang hingga berhasil memiliki aset sebesar 350 juta pada tahun 2000.
Begitu pun dengan BMT Bina Dhuafa Beringharjo, Yogyakarta. Hanya dengan modal awal Rp 1 juta, kini setelah sembilan tahun beroperasi, BMT ini telah memiliki aset sebesar Rp 4,89 miliar dan modal Rp 721 juta. BMT yang menurut Jejaring Asset Reform (JAR) Dompet Dhuafa, termasuk kategori sehat, dimana rasio keuangan pada tahun 2003 antara lain: tingkat likuiditas 68,94 persen, CAR 23,86 persen, LDR 68,94 persen, dan ROI 5,81 persen. Jumlah karyawan sebanyak 37 orang dengan melayani 5.240 nasabah kecil dan mikro. Keberhasilan ini tampaknya tidak lepas dari kemampuan rekayasan sosial dan entrepreneurship para karyawannya. Kemampuan rekayasa sosial berguna dalam perintisan dan pengembangan komunitas nasabah pembiayaan, supaya nasabah mampu melakukan kerjasama dan kemitraan untuk saling menguatkan usahanya. Dalam hal ini BMT akan berperan sebagai fasilitator. Sedangkan kemampuan entrepreneurship menjadi penting untuk memberikan rekomentasi atas usulan bisnis nasabah, sehingga pembiayaan BMT betul-betul mampu meningkatkan pendapatan nasabahnya.
Melalui pengelolaan yang profesional, kini BMT Bina Dhuafa Beringharjo telah berhasil melakukan ekspansi ke Pusat Perdagangan Malioboro, Yogyakarta, dengan motto: makin dekat dan akrab dengan nasabah. “Dari 2.000 pedagang di Malioboro, sebanyak 1.700 pedagang yang menjadi nasabah BMT. Potensi inilah yang akan kita kembangkan terus,” ungkap Mursida Rambe, selaku Direktur sekaligus perintis pendirian BMT Bina Dhuafa Beringharjo.
Dan yang paling fenomenal adalah perjuangan Mohammad Yunus dalam upayanya mengentaskan kemiskinan penduduk di Banglades dengan “grameen banknya” (bank orang miskin). Upaya yang dilakukan Yunus membuahkan hasil yang spektakuler. Program kredit mikro Grameen Bank, yang bermula dari pilot proyek kecil-kecilan di di Desa Jobra, saat ini telah berkembang dan menjangkau 7 juta orang miskin di 73.000 desa Bangladesh, 97 persen diantaranya perempuan. Grameen Bank telah memperoleh pengakuan dari pemerintah Bengladesh dan telah dipayungi oleh satu UU tersendiri. Pola yang dilakukan Grameen Bank juga telah diadaptasi oleh 100 negara di 5 benua. Layanan yang diberikan saat ini sangat beragam, meliputi kredit bebas agunan untuk mata pencaharian, perumahan, sekolah, dan usaha mikro untuk keluarga-keluarga miskin. Grameen Bank juga menawarkan program tabungan yang atraktif, dana pensiun, dan asuransi untuk para anggotanya. Bahkan kredit perumahan telah dipakai untuk membangun 640.000 rumah yang dimiliki secara legal bagi kaum perempuan. Secara kumulatif, Grameen Bank telah memberikan kredit sebesar sekitar US$6 miliar dengan tingkat pengembalian 99 persen dan telah mampu mengangkat 58 persen nasabah dari garis kemiskinan. Dengan fakta-fakta ini, Yunus telah membuktikan, bahwa premis ‘kaum miskin tanpa agunan tidak dapat mengembalikan pinjaman’ adalah salah.(Muhamad Yunus, 2005).
Mohammad Yunus (2005) menjelaskan bahwa salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan bukanlah dengan memberikan sedekah Cuma-Cuma, namun partisipasi aktif masyarakat untuk memperbaiki nasibnya sendiri melalui usaha produktif. Menurutnya sedekah hanya mengekalkan kemiskinan dan mengambil inisiatif dari mereka. Sistem kerja sama syari’ah yang mendasari peminjaman dana memposisikan mereka pada posisi menguntungkan. Kerjasama yang dilakukan menggunakan pendekatan aspek kesejahteraan social, sehingga dampak yang dilihat bukan hanya keuntungan sebesar-besarnya,tetapi apakah aktifitas ekonomi yang terjadi menambah kegunaan (maslih) atau tidak (mafasid). Dengan demikian jiwa yang dibangun adalah keberkahahan harta bukan ketidak adilan dan ketidakk bersyukuran. Inilah konsep syari’ah yang sesungguhnya.
Berdasarkan uraian tersebut dapat dikatakan bahwa sistem keuangan syari’ah merupakan peluang bagi masyrakat Indonesia pada umumnya dan umat islam pada khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan yang diharapkan. .
Menghadapi realitas dan tantangan ini,tentu saja pilihan satu satunya adalah kita, harus bangkit untuk melepaskan diri dari kemiskinan. Masyarakat miskin diberdayakan secara serius dan proporsional, serta dibebaskan dari tekanan rentenir. Kemudian, seluruh penduduk Indonesia ikut memajukan dan mendukung pedagang dan pengusaha muslim. Juga ikut berperan secara aktif membangun lembaga-lembaga keuangan syariah. Karena masyarakat madani yang dicita-citakan selain ditentukan oleh tingkat pendidikan juga sangat tergantung pada kemapanan ekonomi masyarkatnya (Ibrahim, Rustam, 1999).

DAFTAR PUSTAKA

Hasan Ali, Asuransi dalam Persfektif Hukum Islam, Kencana, Jakarta. 2004.
Latifa M Algoud dan Mervyn K Lewis, Perbankan Syariah Prinsip Praktik dan Prospek, Serambi, Jakarta. 2001.
Muhammad Yunus, Bank Kaum Miskin, Margin Kiri, Jakarta. 2007.
Undang-undang No.10 tahun 1998 tentang perubahan UU No.7 tahun 1992

  REFLEKSI STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM PERKULIAHAN Sumber gambar : http://larispa.or.id/berita/4-aspek-pembelajaran-dibutuhkan-pendidikan-...